setelah sekian lama saya dikalimantan barat tepatnya disanggau dimana saya bekerja diperkebunan kelapa sawit milik PTPN salah satu perusahaan pemerintah BUMN. saya memutuskan pulang kampung kesibolga karena saya sakit-sakitan. Dengan keadaan itu saya pulang, bukannya ga tahan tapi karena yang memperhatikanku disana. Pernah suatu hari saat saya panen sawit, kan biasalah orang yang masih baru bekerja sebagai pemanen pasti masih lambat kerjanya. Bukan ngejar target sih, masalahnya pengen benar-benar ingin belajar. Hari itu mungkin hari kesialan, kenapa saya bilang seperti itu. waktu itu sudah tengah hari ,matahari udah diatas kepala, orang pun dah pada pulang.Tinggal saya yang melanjutkan kerja berharap makin banyak hasil yang saya kerjakan makin banyak pula rejekinya. Tapi apalah dikata harapan itu tinggal harapan. Ntah apa yang terjadi melepah sawit menimpah muka saya wakktu itu, saya kirain saat itu saya akan mati atau luka parah. Puji Tuhan saya masih diberi keselamatan, padahal pelepah sawit itu jatuhnya dari ketinggian kira-kira kurang lebih sekitar 15 meter. Tidak ada yang melihat kejadian tersebut, sempat saya meringis kesakitan. Saya ga pernah menceritakan kejadian tersebut keorang, hanya saya yang tahu. Baru ini saya mempublikasikannya biar semua orang terinpirasi dengan kejadian itu.
Maka dari itu saya pulang dari sana , disana walaupun ga lama tetapi pengalaman sangat banyak saya dapatkan. Setelah saya pulang dari kalimantan barat , saya sempat nganggur disibolga luntang lantung ga jelas. Sampai ada temanku yang ngajak aku kepekanbaru untuk bekerja. Saya sangat berterimakasih kepada dia tapi saya juga sangat membencinya. Kenapa saya sangat, membencinya ada alasannya yang sangat kuat. Saya pikir dia itu teman ternyata tidak, dia tega membiarkanku luntang lantung dipekanbaru sendirian tanpa ada dipedulikan sama sekali. Awalnya dia ngajak aku merantau dengannya, saya pikir dia akan tanggung jawab atas ajakannya ternyata ga. Ceritanya gini waktu itu dia ngajak aku ikut dengannya merantau, terus saya iyakan donk karena saya sangat butuh kerja. Sudah bosan saya dirumah selama sebulan iya mau ga mau saya iyakan saja ikut. Sesampai dipekanbaru kami dijemput orangtua temanku,lalu pergi ke tempat kontrakan mereka. Yang saya bingung waktu itu sebelum kerja ikut sama mereka,ga ada mereka membicarakan kalau saya ikut bayar kontrakan. Saya fikir dulu kalau yang bayar kontrakan dari mereka. Tapi apa boleh buat aku juga yang salah ga nanya sama mereka tentang itu semua.
Yang saya sealkan bukan karena hal itu, yang saya sesalkan itu adalah mereka seakan tidak menganggapku apa-apa. Dulu saya kira mereka manusia yang bisa menghargai aku dengan menghargai mereka layaknya orangtuaku sendiri. Tetapi terbalik, ga sesuai dengan harapan yang selama ini yang saya harapkan. Selama bersama dengan mereka aku sangat makan hati ,sakit hati namun saya tahan karena tidak baik melawan apalagi sama orangtua. semakin lama mereka semakin menjadi , mereka semakin tidak menghargaiku.
Dulu ditempat kontrakan saya sering masak kalau sudah pulang kerja. Yang buat aku tersinggung waktu itu ketika aku pulang kerja duluan saya masak semuanya mulai dari nasi sampai lauk tapi setelah mereka pulang kerja bukannya dimakan yang saya masak. Justru mereka pergi kewarung untuk makan, dari sana saya sangat tersinggung dengan apa yang mereka lakukan.Ntah kenapa mereka berbuat seperti itu sama saya sampai sekarang saya bingung ga habis pikir gitu. Walaupun demikian saya ikhlas wakyu itu menghadapi yang terjadi yang menerpaku.
Memang orang ini satu kampung dengan saya jadi tahu sifatnya seperti apa. Orang ini sering membuat sakit hati banyak orang sebelum mereka pindah kepekanbaru.
bersambunggg.................................
No comments:
Post a Comment