Search This Blog

02 March 2017

Biarlah kisah hari ini menjadi pembelajaran dimasa besok

Kita tidak tahu kejadian apa yang akan datang terjadi menimpa. Bisa yang datang rezeki berarti hal yang baik, bisa juga hal yang tidak kita inginkan datang menerpa. Walaupun demikian semua itu harus kita syukuri dan mengambil hikmahnya. Diwaktu hari yang baik ,kita jangan lupa untuk bersyukur. Diwaktu hari tidak baik pun kita harus syukuri.
Jangan mau hanya mau menerima yang baik saja, ketika yang tidak menyenangkan ( cobaan) datang menghampiri malah bersungut-sungut. Itu mah namanya manusia yang tidak tahu bersyukur.
Biarlah kita semakin bisa belajar dari hari ke hari artinya kehidupan. Apalagi ditanah perantauan yang jauh dari perhatian orangtua.
Tetap berdoa agar selalu perlindungan Tuhan yang Maha Kuasa. Jangan pernah menunjukkan dirimu memiliki masalah. Sebab jika kita menunjukkan , kita punya masalah ! Dengan tidak disadari bahwa kita sudah menunjukkan ketidakmampuan kita.
Jangan pernah menunjukkan kelemahanmu pada semua orang, jangan pernah. Jika kita menunjukkan kelemahan kita maka kita akan dijengkal, orang akan gampangnya mengukur kita.
Mereka akan menganggap kita rendah tak ada artinya.
Didalam kehidupan ini kita harus faham serta mengerti apa itu hidup sesungguhnya. Seorang anak rantau harus bisa mengerti lingkungan yang ditempatinya. Harus kita ingat ya, kita ditanah rantau itu bagaikan debu yang dihembuskan angin. Kemana saja harus dapat menempatkan diri. Ingat, belajarlah dari segenggam pasir yang menggumpal dalam kepalan tangan. Pasir yang kita genggam dikepalan tangan kendalinya pada kita juga. Terkadang gumpalan pasir dalam genggaman musuhnya air. Jika sampai kena air maka pasir itu akan menghilang. Begitu juga hidup kita, kita yang harus bijak jangan sampai hilang.

Biarlah kisah hari ini yang kita alami menjadi pembelajaran dimasa yang akan datang. Memperbaiki diri yang penuh dengan kekurangan. Apalagi berjuang sendiri tanpa ada orang tempat pengaduan. Banyak-banyak belajar dari lingkungan, dari pekerjaan dari semuanyalah.
Sulit memang melakukannya serta menerapkannya dalam bersosialisasi. Mau tidak mau, suka tidak suka memang harus seperti itu dan harus diterima. Apalagi ditanah perantauan ini kerasnya kehidupan yang harus dijalani.
Jika direnungkan tidak mungkin bertahan dengan situasi ini. Tetapi itulah selalu ada jalan untuk terus tetap bertahan. Jadi mudah-mudahan kita selalu dalam perlindungan Tuhan "Amin".

No comments:

Post a Comment