Tak ada seorangpun didunia ini yang dapat bertahan dengan kondisi dan situasi memilukan. Jika dipikir-pikir sangatlah tidak mungkin ada orang yang sanggup menjalani hidup penuh dengan kepedihan. Namun itu tidak berlaku buat anak rantau yang tinggal jauh dari tanah kelahiran. Ya ada yang beruntung menjadi sukses, ada yang tidak beruntung. Ada yang merantau diberangkatkan karena orangtuanya kaya.
Ada yang merantau karena ada sanak saudaranya yang ingin ditemui.
Ada yang merantau sama sekali tidak memiliki apa-apa.
Cuma karena penasaran dan ingin merasakan pengalaman berbeda.
Orang yang bertahan di perantauan bukan sok kuat atau sok jago.
Hidup merantau bukan soal bertahan atau gimana, tetapi bagaimana kita menghadapi hidup keras.
Ditempat rantau inilah kita diajari untuk mandiri serta diajari bagaimana menjalani hidup ini. Hati diuji agar tidak tergoda dari orang-orang jahat. Iman diuji agar kita tidak tergoda dengan bingar-bingar lingkungan. Kesabaran diuji agar tetap menjadi pribadi hebat.
Kita diasa menjadi orang-orang kuat di hadapan orang lain.
Kita harus sadar diri siapa diri kita sebenarnya. Kita merantau yang berarti kita adalah orang pendatang ( sebagai tamu). Jadi kita harus tahu meletakkan diri, merendahkan selalu jangan tinggi hati.
Merendah diri itu bukan berarti kita menjadi orang terendah. Bukan, tapi merendah diri itu adalah sifat orang yang bijak.
Dirantau lebih banyak tantangannya, bukan cuma bertetangga. Ditempat kerja pun sangat penuh dengan persaingan. Harus pintar-pintar menyesuaikan diri serta menempatkan diri.
Jangan merasa sombong dengan yang lain, jangan pernah menganggap orang lain lebih rendah darimu.
Anak rantau itu harus bisa bahu membahu bergotong royong membantu yang lain. Sebagai sesama perantau ga boleh saling mendahului, jangan saling membenci, jangan saling memojokkan, jangan iri, jangankan dengki dan sebagainya.
Ada beberapa nasihat orang tua mengatakan :
"Orang bodoh akan kepegadaian
Orang pintar akan menuju kesuksesan
Namun orang bijak selalu akan berguna bagi semua orang".
Jadi kita harus bisa seperti pohon yang tumbuh diatas tanah subur. Yang berakar merambat keorang seperjuangan berdaun keatas memberi kehidupan.
Kita harus bisa seperti api dan air didia musim.
Ketika musim hujan tiba maka api dapat menghangatkan.
Ketika musim panas air dapat menyejukkan.
Mari kita sebagai anak rantau memberi contoh baik kepada yang lainnya, baik itu dilingkungan kita maupun disekitar kita.




