Search This Blog

19 February 2017

KISAH ANAK RANTAU YANG JAUH DARI ORANGTUA

    Dulu saya tidak pernah berfikir merantau itu sesakit ini. Harus berjuang sendiri tanpa ada kelurga satupun untuk mengadu dikala menderita. Sungguh miris memang jika dipikir-pikir, namun apa boleh dikata pahit ataupun manis harus dihadapi.
Berjuang sendiri dirantau itu tidak mudah, banyak yang harus dihadapi. Terutama mental harus kuat, tidak mudah menyerah, tidak mudah berputus asa, yang paling penting dirantau, jangan mudah terpengaruh dengan lingkungan.
Saya dulu sebelum menetap kerjanya yang sekarang, baru pertama menginjakkan kaki dibandung, Jawa barat ini, semua saya kerjakan. Mulai dari kuli bangunan tapi ga dibayar, cuma dikasih makan doank tetapi aku syukuri itu semua. Saya tidak mengeluh dengan hal itu, meskipun itu sangat menyakitkan.

Saya berusaha tegar menjalaninya tanpa mengeluh maupun uring-uringan. Mungkin orang-orang akan bertanya " apa sih yang kamu perjuangkan dirantau kalau kelaparan?". "Buat apa merantau tetapi sengsara !!". Menurut saya itu adalah pertanyaan bodoh. Dan saya tidak perlu untuk menanggapinya. Cuma hikmah pembelajaran kuambil jadi pedoman. Itulah yang membuatku kuat sampai hari ini.
Perjalanan hidup memang sulit, namun apakah aku harus meminta belas kasihan orang lain? Jadi kapan aku akan belajar dari itu semua? Mendapat pengalaman hidup itu sangatlah rumit. Ya mungkin ada yang gampang karena memiliki segalanya. Lah saya hanya orang yang ga punya, siap merantau harus siap juga dengan resikonya. Suka maupun duka harus siap menghadapinya.
Menangis dalam batin itu hal biasa jangan menunjukkannya pada semua orang. Cukuplah kita yang tahu masalah kita dengan selalu berpegang dalam doa.
Bersambung.........................

No comments:

Post a Comment