Tidak lain lagi diantara kita sudah sering mendengarkan dengan istilah anak rantau atau bahasa halusnya orang yang pergi dari daerah lain merantau mencari pengalaman hidup. Sebenarnya bukan karena kemiskinan yang membuat seseorang pergi merantau. Tetapi lebih mencari suasana baru, agar bisa belajar mandiri. Sulit memang awalnya apalagi merantau tujuannya belum tahu apa-apa sama sekali. Antara dua pilihan tetap bertahan dengan niat kuat atau menyerah (putus asa). Banyak yang merantau modal nekat, bukan karena biar dibilang pemberani atau sok jago "bukan". Namun itulah yang harus dilakukan biar suatu hari nanti ada diceritakan kepada anak cucu bagaimana cara menghadapi hidup yang penuh liku-liku.
Seperti ini contohnya, ini semua anak rantau pencari jati diri. Membuat komunitas namanya Muda Mudi ARBAS kalau dipanjangin Anak Rantau Bandung Selatan karena kami tinggal dibandung. Kami semua dari berbagai kalangan menjadi satu. Kisah kami disinilah dimulai walau berbeda tetapi komunitas kami mengutamakan kekompakan, saling supourt, saling berbagi.
Kami jauh dari seberang Sumatera Utara merantau berkelana kepulau Jawa yang beribu kilometer jaraknya. Disinilah kami mengasa diri, supaya mampu menghadapi masa depan. Tidak dipungkiri ada juga yang merantau memiliki sanak saudara , keluarga tapi banyak juga sebatang kara.
Unik sebenarnya anak rantau itu, suka duka yang dihadapi anak rantau itu tak ternilai harganya. Separah apapun cobaan serta ujian yang dihadapi selalu berusaha tersenyum. Menyembunyikan masalahnya, tidak mau terlalu memperlihatkan pada semua orang apa yang sedang dialaminya.
Inspirasi yang paling penting bagi anak rantau adalah ketika dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Menangis ditempat tersembunyi tapi tersenyum ditempat terbuka, itulah yang sering dilakukan. Tidak mau terlalu merepotkan orang lain. Anak rantau itu kalau menurut saya hebat, kuat, lengkap semua lah yang ga dimiliki orang lain. Mana ada anak rantau yang malas bekerja? Kalau ada apa dia ga takut mati, ya kan !.
Tidak ada istilah sakit ,enak ga enak harus berjuang sendiri. Apa-apa sendiri ,semua harus serba sendiri kalau single kecuali udah punya keluarga itu beda.
Dulu juga saya sebelum merantau, saya pikir merantau itu enak, santai dan sebagainya. Namun setelah saya pergi merantau semuanya berubah.
Awal saya merantau dulu karena melihat orang sekampungku pulang dari rantau. Saya bertanya dalam hati ,rasanya gimana sih gitu?.
Setelah tamat saya dari SMK kejuruan saya masih dikampung, kampung saya Mungkur kota Sibolga Tapanuli tengah. Saya belum pergi merantau, saya mencari duit dulu setahun dikampung untuk ongkos pergi merantau. Setelah setahun berakhir ,akhirnya saya bisa mewujudkan keinginan untuk pergi merantau.
Bersambung..................
Seperti ini contohnya, ini semua anak rantau pencari jati diri. Membuat komunitas namanya Muda Mudi ARBAS kalau dipanjangin Anak Rantau Bandung Selatan karena kami tinggal dibandung. Kami semua dari berbagai kalangan menjadi satu. Kisah kami disinilah dimulai walau berbeda tetapi komunitas kami mengutamakan kekompakan, saling supourt, saling berbagi.
Kami jauh dari seberang Sumatera Utara merantau berkelana kepulau Jawa yang beribu kilometer jaraknya. Disinilah kami mengasa diri, supaya mampu menghadapi masa depan. Tidak dipungkiri ada juga yang merantau memiliki sanak saudara , keluarga tapi banyak juga sebatang kara.
Unik sebenarnya anak rantau itu, suka duka yang dihadapi anak rantau itu tak ternilai harganya. Separah apapun cobaan serta ujian yang dihadapi selalu berusaha tersenyum. Menyembunyikan masalahnya, tidak mau terlalu memperlihatkan pada semua orang apa yang sedang dialaminya.
Inspirasi yang paling penting bagi anak rantau adalah ketika dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Menangis ditempat tersembunyi tapi tersenyum ditempat terbuka, itulah yang sering dilakukan. Tidak mau terlalu merepotkan orang lain. Anak rantau itu kalau menurut saya hebat, kuat, lengkap semua lah yang ga dimiliki orang lain. Mana ada anak rantau yang malas bekerja? Kalau ada apa dia ga takut mati, ya kan !.
Tidak ada istilah sakit ,enak ga enak harus berjuang sendiri. Apa-apa sendiri ,semua harus serba sendiri kalau single kecuali udah punya keluarga itu beda.
Dulu juga saya sebelum merantau, saya pikir merantau itu enak, santai dan sebagainya. Namun setelah saya pergi merantau semuanya berubah.
Awal saya merantau dulu karena melihat orang sekampungku pulang dari rantau. Saya bertanya dalam hati ,rasanya gimana sih gitu?.
Setelah tamat saya dari SMK kejuruan saya masih dikampung, kampung saya Mungkur kota Sibolga Tapanuli tengah. Saya belum pergi merantau, saya mencari duit dulu setahun dikampung untuk ongkos pergi merantau. Setelah setahun berakhir ,akhirnya saya bisa mewujudkan keinginan untuk pergi merantau.
Bersambung..................


No comments:
Post a Comment